Isomer Senyawa Hidrokarbon

29236 views

Penulis.web.id – Pada senyawa hidrokarbon dikenal dengan istilah isomer. Isomer adalah suatu keadaan di mana dua senyawa atau lebih yang mempunyai rumus molekul kimia yang sama, tetapi mempunyai struktur yang berbeda.

Isomer

Cobalah perhatikan struktur berikut.

isomer_rantai_lurusisomer_rantai_bercabangHitunglah jumlah atom C dan atom H pada kedua struktur di atas! Ternyata jumlahnya sama bukan? Yaitu 5 atom C dan 12 atom H.

Cobalah juga perhatikan struktur berikut.

isomer_rantai
Kedua struktur tersebut juga sama-sama memiliki 4 atom C dan 8 atom H. Seperti itulah gambaran dari isomer. Secara garis besar isomer dibagi menjadi dua, yaitu isomer struktur, dan isomer geometri.

isomer-c4h10ISOMER STRUKTUR

Isomer struktur dapat dikelompokkan menjadi: isomer rangka, isomer posisi, dan isomer gugus fungsi.

a.) Isomer rangka adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi  kerangkanya berbeda.

Contoh pada alkana, alkena, dan alkuna.
1) Pentana (C5H12).
CH3-CH2– CH2-CH2-CH3               n-pentana
CH3-CH- CH2-CH3                        2-metilbutana
        |
       CH3
Pada alkena dan alkuna, letak ikatan rangkapnya sama tetapi bentuk kerangka bangunnya berbeda.
Contoh :

1) Alkuna C6H10

Alkuna-C6H10coba beri nama ke empat isomer tersebut.

2) Pentena (C5H10)
CH2 = CH-CH2-CH2– CH2-CH3             1-heksena
CH2 = CH-CH-CH2-CH3                        3-metil-1-pentena
                               |
                           CH3
CH2 = C-CH2– CH2-CH3                        2-metil-1- pentena
                       |
                      CH3

b.) Isomer posisi adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama tetapi posisi gugus fungsinya berbeda.

Contoh pada alkena dan alkuna.

1) Alkuna dianggap mempunyai gugus fungsi isomer dimana letak gugus fungsinya berbeda.

alkuna-d2842-is01

Contoh di atas : 1 heksuna berisomer posisi dengan 2-heksuna
                          4-metil-1-pentuna berisomer posisi 4-metil-2-pentuna
                          1-heksuna berisomer rangka dengan 4-metil-1-pentuna
2) Heksena (C6H12)
CH2= CH – CH2 – CH2 – CH2 -CH3                         1-heksena
CH2– CH= CH2 – CH2 – CH2 -CH3                                       2-heksena   
3) Butuna  (C4H6)
CH C-CH2-CH3                           1-butuna
CH3-C C-CH3                              2-butuna

c.) Isomer fungsi adalah Isomer struktur yang mempunyai bentuk kerangka yang sama namun ikatan rangkapnya berbeda.

Contohnya bisa Anda lihat gambar dibawah ini.

Isomer_Fungsi

ISOMER GEOMETRI

Isomer geometri adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tetapi struktur ruangnya berbeda. Isomer geometri disebabkan oleh susunan atom dalam ruang. Jadi bila ada 2 senyawa hidrokarbon yang bentuk strukturnya sama, baik kerangkanya maupun letak gugus fungsionalnya sama, masih mungkin berbeda jenis jika susunan atom dalam ruangnya berbeda.
untuk lebih jelasnya akan diuraikan dalam 2 macam bentuk isomer geometri di bawah ini :

a.) Isomer Cis-Trans

Alkena mempunyai 2 contoh isomer geometri yaitu cis dan trans. Syarat utama terbentuk isomer Cis-Trans adalah terdapat ikatan rangkap dua (C=C) yang tiap-tiap karbon (C) dalam ikatan rangkap tersebut mengikat atom atau gugus atom yang berbeda. Untuk membedakan Alkena yang mempunyai isomer Cis-Trans atau tidak, perhatikanlah dua contoh senyawa di bawah ini :

1. CH2=CH-CH3 bila digambarkan bentuk strukturnya secara lengkap akan tampak sebagai berikut :

cis-transCoba kalian perhatikan bentuk di atas, atom karbon yang tepat berada di sebelah kanan  ikatan rangkap selain mengikat C dengan ikatan rangkap juga mengikat 2 gugus yang berbeda yaitu – CH3 dan – H. Sedangkan atom karbon yang tepat berada di sebelah kiri ikatan rangkap mengikat 2 gugus yang sama yaitu –  H. karena gugus yang diikat sama maka senyawa ini tidak mempunyai isomer Cis-Trans.

2.) Perhatikan   2- butena   CH3-CH=CH-CH3,  bila digambarkan dibawah ini :
isomer_giometriKedua atom karbon yang mengikat ikatan rangkap tiap-tiap karbonnya baik yang sebelah kiri maupun yang sebelah kanan ikatan rangkap mempunyai dua gugus yang berbeda yaitu -CH3 dan H. jadi perlu diperhatikan di sini, yang dimaksud mengikat gugus yang berbeda adalah pada tiap-tiap karbon yang berikatan rangkap. Jadi :
-1-propena (CH2=CH-CH3) tidak mempunyai isomer cis-trans
Saved
-2-butena CH3-CH=CH-CH3 mempunyai isomer cis-trans.

Bentuk senyawa di atas mempunyai isomer Cis-Trans yang digambarkan sebagai berikut:

cis-trans-butena
Bila gugus yang sama dalam kedua karbon yang berikatan rangkap ( C=C ) terletak dalam satu sisi disebut Cis, sedangkan bila gugus yang sama dalam kedua karbon yang berikatan rangkap terletak berseberangan disebut trans.

cis-trans-butena2

b.) Isomer Optis Aktif

Isomer optis aktif terjadi pada senyawa karbon yang mengandung C kiral. Coba lihat  Atom C  yang berwarna coklat dibawah, atom C tersebut keempat tangannya mengikat 4 atom (gugus atom) yang berbeda. Atom C tersebut mengikat :

Isomer_Optis_Aktif1) H         2) CH2CH3          3) CH2CH2CH3           4) CH3

Atom C yang keempat tangannya mengikat gugus atom berbeda disebut atom C kiral.
Untuk memahami isomer ini dibutuhkan model 3 dimensi, misalnya tangan kita. Walaupun bagian tangan kanan dan kiri kita sama namun secara keseluruhan berbeda, tangan kiri dan kanan satu sama lainnya ibarat bayangan cermin.

Senyawa Hidrokarbon

Pengertian Senyawa Hidrokarbon, Senyawa karbon yang paling sederhana adalah hidrokarbon karena hanya terdiri dari dua unsur, yaitu karbon (C) dan hidrogen (H). Meskipun demikian jumlah senyawa yang dihasilkan dari kedua unsur ini sangat banyak. Macam – macam atom karbon, yaitu atom karbon primer, sekunder, tersier, dan kuarterner. Keistimewaan atom karbon yang dapat membentuk ikatan kovalen sebanyak 4 buah dan kemampuannya dalam membentuk rantai karbon, menyebabkan atom karbon mempunyai kedudukan y ang berbeda-beda. Kedudukan tersebut adalah:

1. Atom karbon primer, yaitu atom karbon yang terikat langsung pada 1 atom karbon yang lain.

2. Atom karbon sekunder, yaitu atom karbon yang terikat langsung pada 2 atom karbon yang lain.

3. Atom karbon tersier, yaitu atom karbon yang terikat langsung pada 3 atom karbon yang lain.

4. Atom karbon kuarterner, yaitu atom karbon yang terikat langsung pada 4 atom karbon yang lain.

Perhatikan contoh dibawah ini:

Senyawa HidrokarbonDari contoh di atas, bisa Anda lihat jumlah atom karbon pada masing-masing posisi,yaitu:

primer              : 5 (yang bertanda 1°)

sekunder          : 3 (yang bertanda 2°)

tersier              : 1 (yang bertanda 3°)

kuarterner        : 1 (yang bertanda 4°)

Tags: #isomer #senyawa Hidrokarbon #senyawa karbon